Tata Cara Umroh

14 May 2018 193x Berita, Tips Wisata

Beranda » Berita » Tata Cara Umroh

Perlu kita ketahui tata cara umroh dan rukun-rukunnya agar ibadah umrah dapat berjalan dengan baik dan sah, sehingga ibadah yang kita lakukan menjadi suatu kenikmatan dan tidak sia-sia. Selain itu kita dapat melaksanakan ibadah umrah dengan runut dan secara teratur sesuai urutan tata cara berumrah yang benar.

Berikut ini merupakan tata cara umroh beserta doa-doanya / Rukun Umroh

Tata Cara Umroh

Pada hakikatnya tidak ada doa-doa yang ditentukan secara khusus di beberapa tempat seperti ketika thawaf. Namun doa yang diberikan adalah doa pilihan dari Al-Quran dan Hadits doa masyhur.

  1. Ihram

Yaitu dengan memakai pakaian ihram untuk laki-laki dan pakaian apa saja untuk perempuan tetapi sempurna menutup aurat dan tidak memakai perhiasan-perhiasan. Sebelum melakukan ihram disunahkan untuk mandi besar terlebih dahulu. Ihram dimulai di tempat tertentu atau disebut juga miqat. Diantara tempat Miqat ini yang akan kita jumpai diantaranya adalah Masjid Dzul Hulaifah/Bir Alil, Ji’ronah, dan Tan’im.

Setelah berpakaian ihram kemudian berniat ihram dan mengucapkan “Labbaika ‘umratan, Labbaika allahuma labbaika, labbaika laa syariikalaka labbaika, innalhamda wan ni’mata laka wal mulka laa syariika laka”.

Setelah Niat diucapkan maka kita “resmi” dalam keadaan Ihram, sehingga berlakulah semua larangan-larangan ihram. beberapa larangan yang tidak boleh dilakukan ketika ihram, yaitu :

  • Tidak boleh menutup kepala dan memakai pakaian yang ada jahitannya untuk laki-laki. Misalkan celana dalam, kopiah, atau peci.
  • Tidak boleh memotong kuku,bulu/rambut yang tumbuh dibadan
  • Tidak boleh menutup kedua telapak tangan dan wajah untuk perempuan
  • Tidak boleh memotong, mencabut dan mematikan tanaman di tanah haram
  • Tidak boleh menikah ataupun menikahkan
  • Tidak boleh bersetubuh dengan suami/istri
  • Tidak boleh berburu, membunuh, ataupun membantu berburu binatang darat
  • Tidak boleh memakai wangi-wangian ataupun minyak rambut
  • Tidak boleh berkata kotor atau berkata yang tidak baik
  • Tidak boleh bertengkat ataupun berkelahi
  1. Tawaf

Kemudian setelah berihram yaitu tawaf. Tawaf adalah berjalan mengelilingi ka’bah sebanyak tujuh kali putaran. Arahnya berlawanan dengan jarum jam, sehingga letak ka’bah disebelah kiri kita. Berjalan dimulai dari hajar aswad dan kembali dihajar aswad. Tiga putaran pertama berjalan lebih cepat dan selanjutnya berjalan biasa.

Sepanjang Tawaf membaca takbir dan doa yang dikehendaki selanjutnya dapat diakhiri dengan membaca doa :

“Rabbana atina fiddunya hasanah, wafil akhirati hasanah waqina adzabannar” pada setiap akhir putaran.

  1. Sai

Setelah melakukan tawaf berikutnya yaitu melakukan sai. Sai adalah kegiatan berlari-lari kecil dari bukit Safa hingga sampai ke bukit Marwah. Cara menghitungnya adalah dari bukit Safa ke Marwah dihitung satu kali, dan dari bukit Marwah ke Safa dihitung satu kali.

Catatan : Selain doa-doa diatas, tidak ada bacaan khusus ketika thowaf atau sai, tapi membaca dzikir, doa atau Al-Quran itu lebih utama menurut para ulama

4. Bercukur rambut (Tahalul)

Ketika sai sudah selesai selanjutnya adalah bercukur rambut. Boleh dipotong pendek atau hanya sebagian saja. Setelah bercukur rambut maka selesailah rangkaian rukun umrah.

Tata cara umrah di atas merupakan tata cara berumrah yang disajikan secara ringkas semoga mudah dipahami sehingga dapat memberikan pengetahuan dan dapat dijadikan tuntunan untuk kita semua, dan semoga ringkasan ini bermanfaat walaupun masih kurang dari sempurna.

# Bagikan informasi ini kepada teman atau kerabat Anda

Belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi.

Komentar Anda* Nama Anda* Email Anda* Website Anda

Kontak Kami

Apabila ada yang ditanyakan, silahkan hubungi kami melalui kontak di bawah ini.