Beranda » Berita » 7 Tips Saat Travelling ke Luar Negeri yang Harus di Hindari Berikut Ini

Tulisan tentang traveling umumnya mengulas tentang apa yang harus dilakukan ketika bepergian. Semua atraksi yang harus dilihat dan hal-hal yang harus dilakukan. Singgah di sini, lakukan ini, lihat itu, bertindak dengan cara ini.

Tapi bagaimana dengan semua hal yang tidak seharusnya kamu lakukan di jalan? Ada banyak kesalahan yang dilakukan wisatawan yang menyebabkan terbuangnya uang. Mudah untuk mengatakan apa yang harus dilakukan, tetapi terkadang kita lupa menyebutkan apa yang tidak seharusnya dilakukan.

Jadi hari ini, saya ingin berbagi beberapa kesalahan perjalanan umum yang harus kamu hindari. Saya telah membuat banyak kesalahan ini di masa lalu, tetapi ada hikmah dari kesalahan tersebut, yakni dengan melakukan kesalahan, maka saya dapat menunjukkan kepada kamu cara melakukannya dengan benar.

Jika menghindari kesalahan umum ini, kamu akan melakukan perjalanan lebih murah, lebih cerdas, lebih lama, dan tentunya lebih menyenangkan.

1. Makan di Dekat Situs Wisata Utama

Makanan di dekat objek wisata utama akan menjadi dua kali lipat harga dan separuh rasa dari apa yang akan kamu temukan di tempat lain. Ketika restoran tahu orang-orang tidak akan kembali, mereka tidak perlu khawatir tentang kualitas yang konsisten. Dan lagi pula, apa yang diketahui turis tentang kualitas makanan lokal, bukan? Mereka baru saja tiba. Semuanya menakjubkan bagi mereka, dan banyak yang senang pulang ke rumah berbicara tentang bagaimana mereka sepotong daging yang kecil atau meminum minuman sloki kecil dengan harga jutaan rupiah.

Berbeda dengan warung makan atau restoran lokal, harus berkualitas tinggi atau penduduk setempat akan berhenti makan disana. Daripada makan dalam perangkap turis, berjalanlah setidaknya lima blok dari satu tempat. Semakin jauh kamu, semakin lokal, lebih murah, dan enak makanannya. Jelajahi Aplikasi Google untuk mencari tahu tempat makan terbaik jika kamu tidak ingin berjalan dan singgah secara acak . Hindari restoran dengan menu yang mengkilap dalam berbagai bahasa. Itu adalah tanda pasti dari seorang turis. Bisa juga dengan bertanya langsung ke penduduk setempat tempat apa yang baik. mereka banyak informasi dan biasanya akan dengan senang hati mengarahkan kamu ke arah yang benar!

2. Menukarkan Uang di Bandara

Kamu akan mendapatkan nilai tukar terburuk jika melakukannya. Untuk mendapatkan harga terbaik, gunakan ATM atau kartu kredit. Jangan pernah menukarkan uang tunai kecuali kamu benar-benar ter[aksa (dan ada kalanya kamu harus melakukannya).

Saya pernah menukarkan uang tunai di bandara di Rumania ketika kartu kredit saya tidak berfungsi, tetapi itu adalah keadaan darurat. Jika kamu perlu menukarkan uang, cobalah untuk melakukannya di pusat kota bank di mana kamu akan mendapatkan tarif yang lebih baik dan biaya lebih sedikit. Tapi, sebaiknya tetap berpegang pada kartu plastik sebanyak mungkin.

3. Menggunakan Kartu Bank Dengan Biaya Tambahan

Saya tidak suka memberi uang kepada bank. Saya lebih suka menggunakannya untuk bepergian. Dapatkan bank dan kartu kredit yang tidak memiliki biaya transaksi asing sehingga kamu dapat menghindari biaya ATM dan biaya tambahan lainnya.

Di Indonesia banyak kok, kartu kredit yang tidak membebankan biaya transaksi di luar negeri. Dulu saya pakai kartu kredit Bank Mandiri Platinum Card, karena ada diskon 50 % untuk pembelian tiket pesawat Garuda Indonesia dan Emirates . Ada banyak opsi non-biaya di luar sana jadi pastikan untuk melihat-lihat.

4. Meremehkan Hostel

Kebanyakan orang berpikir hostel memiliki fasilitas yang bau, tidak bersih, dan dipenuhi dengan fasilitas yang ditujukan untuk turis bangkrut. Ini adalah stereotip umum, Istri saya kaget ketika saya bilang kalau aku tinggal di hostel. Padahal saat ini hostel lebih bersih daripada kebanyakan hotel!

Mereka menawarkan berbagai fasilitas, dari meja biliar hingga ruang karaoke, komputer gratis, dan fasilitas binatu, serta tur yang terorganisir, perjalanan harian, Wi-Fi gratis, dan kamar asrama pribadi kecil yang sempurna untuk keluarga, pasangan, atau manula. yang menginginkan akomodasi terjangkau dan komunitas perjalanan tanpa biaya hotel. Hostel modern bukan hanya untuk backpackers murah tetapi juga bagi mereka yang ingin terlibat dalam komunitas dan bermasyarakat.

5. Menghindari Komunitas Ramah Tamah

Di luar negeri , khususnya di sekitar area lokasi wisata ada semacam komunitas penduduk lokal bersama dengan para pelancong, dimana mereka dengan tangan terbuka menerimamu untuk menginap di tempat mereka. Kelompok ini populer dengan istilah Hospitality Network, atau kalau di Indonesiakan mungkin berarti jaringan jaringan atau komunitas ramah tamah.

Ada beberapa agen perjalanan yang membiarkan wisatawan tinggal dengan penduduk setempat secara gratis dan juga bertukar cerita dan berpartisipasi dalam pertukaran lintas budaya. Pertama, kamu tidak melulu tidur di sofa. Saya pernah tidur di sofa dan tempat tidur, di kamar tamu, dan di rumah mewah. Kedua, mereka bukan hanya untuk wisatawan tunggal. Saya telah tinggal bersama pasangan, keluarga, mahasiswa, dan dua puluhan dan telah menjadi tuan rumah bagi para pelancong, kelompok, dan pasangan. Banyak keluarga bepergian menggunakan ini sebagai cara untuk bertemu keluarga lain dari seluruh dunia dan berkenalan satu sama lain.

Senang memiliki tempat gratis untuk tinggal, tetapi manfaat nyata dari ini adalah kemampuan untuk bertemu dan berteman dengan orang-orang dari berbagai tempat dan mendapatkan pengetahuan orang dalam tentang tujuan kamu. Saya telah membuat banyak teman melalui jaringan komunitas ini. Jangan mengabaikan mereka.

6. Naik Taksi

Naik Taksi pada saat traveling adalah cara tercepat untuk mati di kampung orang–taksi selalu mahal. Abaikan taksi kecuali kamu membayar secara patungan pada saat tengah malam. Gunakan transportasi umum sebanyak mungkin. Atau kalau memang tersedia, kamu dapat menggunakan jasa layanan taksi online seperti Grab atau Uber di Indonesia, jadi biaya langsung diketahui dan tentunya lebih murah apalagi kalau patungan dengan teman.

7. Memesan Paket Perjalanan Terlalu Dini

Saya sangat mengerti kalau kamu tidak sabar untuk segera berlibur, sampai-sampai harus secepatnya pesan tiket penerbangan, hotel, atau resort . Namun percayalah, sifat tergesa-gesa hanya membuat kamu membayar lebih.

Tunggulah hingga waktu yang tepat. Untuk penerbangan, tunggulah ketika maskapai mulai menurunkan harga berdasarkan permintaan. Untuk kapal pesiar atau grup tur, tunggu hingga menit terakhir, perusahaan harus mengisi perahu dan tur, sehingga mereka menawarkan penawaran menit terakhir yang luar biasa untuk mengisi ruang yang tidak terpakai–tidak ada yang ingin berangkat dengan setengah kapal penuh.

Itu dia hal-hal yang sebaiknya kamu hindari ketika traveling ke luar negeri. Semoga bermanfaat.

Kunjungi website kami untuk travel agent terpercaya di www.reflytrip.com

# Bagikan informasi ini kepada teman atau kerabat Anda

Belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi.

Komentar Anda* Nama Anda* Email Anda* Website Anda

Kontak Kami

Apabila ada yang ditanyakan, silahkan hubungi kami melalui kontak di bawah ini.